Daftar Blog Saya

Selasa, 21 Februari 2017

Kopi Bro, Kedai Kopi Handmade di Barito


            Buat penikmat dan pencinta kopi yang  hobi nongkrong, ada kedai kopi yang menyediakan tempat yang asyik buat Keepers ngobrol bareng temen-temen sembari menikmati kopi handmade buatan kedai yang satu ini. Dengan view Taman Barito yang memanjakan pandangan membuat kita semakin menikmati kopi racikan dari satu ini.
            Kopi Bro, merupakan sebuah kedai kopi sederhana yang bertempat di area Taman Barito bilangan blok M. Kedai kopi ini menggunakan gerobak sebagai media berjualannya.  Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 20.00 sampai pukul 02.00. Semua kopi yang dijual di Kedai ini merupakan  resep yang murni diracik sendiri oleh pemilik kedai. Pelanggan yang mengunjungi kedai ini mulai dari yang iseng nongkrong sampai pelanggan tetap yang sering berkunjung ke kedai ini.
            Menu kopi yang ditawarkan di kedai ini beragam mulai dari espresso, americano, cappucino, mocacino, coffee latte, oreo borneo, vanilla latte, choccolate, green tea latte, tiramisu, bandrek dan menu barunya coffe irish banana. Kopi Bro ini punya menu kopi andalan espresso dan Americano, sedangkan untuk kopi yang diminati pelanggan yakni cappuccino dan coffee late. Sedangkan untuk snack, Kopi Bro menawarkan roti bakar dan kukus dengan aneka rasa yakni strawberry, coklat, kacang, nanas, blueberry, vanilla dan durian. Range harga dari menu-menu diatas cukup terjangkau, untuk kopi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 12.000 dan untuk roti mulai 6.000 sampai delapan ribu rupiah. Cukup terjangkau bukan?
Dibalik Kopi Bro
            Kopi Bro pertama kali membuka kedainya pada tanggal 20 Agustus 2014. Bermula dari ide spontan para ownernya tiga orang mahasiswa yaitu Dhimas, Ray dan Galih yang merupakan coffee drinker dan coffee lover. Ide ini berawal ketika mereka ngobrol di café dan mereka berkepikiran untuk membuat kedai kopi sederhana tapi menawarkan menu kopi yang handmade kemudia terciptalah Kopi Bro.  Menurut Dhimas, salah satu owner dari Kopi Bro, Ia dan kedua temannya ingin membuat tempat tongkrongan yang mewadahi orang-orang untuk mengobrol bebas.
            Menurut Dhimas, berwirausaha bukan zona nyamannya, karena pada usianya yang saat ini zona nyamannya yaitu main, nongkrong, ngumpul sama temen-temen, habisin uang orang tua. Kemudian dengan motivasi dari dalam dirinya, ia keluar dari zona nyamannya untuk menjadi lebih baik.  Tips dari Dhimas agar sukses keluar dari zona nyaman, jangan menyerah ketika mengalami kegagalan di jalan yang bukan zona nyaman kita. (Eva  & Hana )







Tidak ada komentar:

Posting Komentar