Buat penikmat
dan pencinta kopi yang hobi nongkrong,
ada kedai kopi yang menyediakan tempat yang asyik buat Keepers ngobrol bareng
temen-temen sembari menikmati kopi handmade buatan kedai yang satu ini. Dengan view
Taman Barito yang memanjakan pandangan membuat kita semakin menikmati kopi
racikan dari satu ini.
Kopi
Bro, merupakan sebuah kedai kopi sederhana yang bertempat di area Taman Barito
bilangan blok M. Kedai kopi ini menggunakan gerobak sebagai media
berjualannya. Kedai ini buka setiap hari
mulai pukul 20.00 sampai pukul 02.00. Semua kopi yang dijual di Kedai ini
merupakan resep yang murni diracik
sendiri oleh pemilik kedai. Pelanggan yang mengunjungi kedai ini mulai dari
yang iseng nongkrong sampai pelanggan tetap yang sering berkunjung ke kedai
ini.
Menu
kopi yang ditawarkan di kedai ini beragam mulai dari espresso, americano,
cappucino, mocacino, coffee latte, oreo borneo, vanilla latte, choccolate,
green tea latte, tiramisu, bandrek dan menu barunya coffe irish banana. Kopi
Bro ini punya menu kopi andalan espresso dan Americano, sedangkan untuk kopi
yang diminati pelanggan yakni cappuccino dan coffee late. Sedangkan untuk
snack, Kopi Bro menawarkan roti bakar dan kukus dengan aneka rasa yakni
strawberry, coklat, kacang, nanas, blueberry, vanilla dan durian. Range harga
dari menu-menu diatas cukup terjangkau, untuk kopi mulai dari Rp 5.000 sampai
Rp 12.000 dan untuk roti mulai 6.000 sampai delapan ribu rupiah. Cukup
terjangkau bukan?
Dibalik Kopi Bro
Kopi
Bro pertama kali membuka kedainya pada tanggal 20 Agustus 2014. Bermula dari
ide spontan para ownernya tiga orang mahasiswa yaitu Dhimas, Ray dan Galih yang
merupakan coffee drinker dan coffee lover. Ide ini berawal ketika mereka
ngobrol di café dan mereka berkepikiran untuk membuat kedai kopi sederhana tapi
menawarkan menu kopi yang handmade kemudia terciptalah Kopi Bro. Menurut Dhimas, salah satu owner dari Kopi
Bro, Ia dan kedua temannya ingin membuat tempat tongkrongan yang mewadahi
orang-orang untuk mengobrol bebas.
Menurut
Dhimas, berwirausaha bukan zona nyamannya, karena pada usianya yang saat ini
zona nyamannya yaitu main, nongkrong, ngumpul sama temen-temen, habisin uang
orang tua. Kemudian dengan motivasi dari dalam dirinya, ia keluar dari zona
nyamannya untuk menjadi lebih baik. Tips
dari Dhimas agar sukses keluar dari zona nyaman, jangan menyerah ketika
mengalami kegagalan di jalan yang bukan zona nyaman kita. (Eva & Hana )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar