Saat
ini rempah-rempah tidak lagi menjadi komoditi penting seperti batu bara, kelapa
sawit atau kakao. Tetapi menguasai rempah sebagai komoditi utama dapat
menjadikan Indonesia memiliki kekuatan maritime yang dapat diperhitungkan.
Itulah pentingnya menghadirkan Jalur Rempah: The Untold story dalam gerakan The
Museum Week tahun ini. Program ini digerakan oleh masyarakat umum pencintai
sejarah dan budaya yang berbasis komunitas.
The
Museum Week tahun ini merupakan program ketiga yang diadakan setiap tahunnya.
Program ini didukung oleh The Jakarta Post. Berbeda dengan The Museum Week dua
tahun sebelumnya, dimana program ini dihadirkan di Mal Senayan City, The Museum
Week tahun ini dilaksanakan di Museum
Nasional tanggal 18 hingga 25 Oktober 2015
Pagelaran
The Museum Week tahun ini bertepatan dengan hari Nasional Mueum Indonesia, 12
Oktober yang ditetapkan berdasarkan sebuah Musyawarah Museum se-Indonesia yang pertama di Yogyakarta 12-14
Oktober 1962. Harapan dari diselenggarakannya The Museum Week yaitu agar The
Museum Week menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan permuseuman di
Indonesia. Dalam program ini diadakan beberapa kegiatan yang beragam antara
lain pameran botani, aneka permainan mengenal rempah nusantara, instalasi
hidup, pentas seni pelajar, sanggar dan komunitas serta diskusi.
“Pameran
Jalur Rempah di Museum Nasional ini mengajak kita untuk melakukan kilas balik
sejarah Nusantara. Kita diajak menengok kembali ke ‘rumah’ kita yang dahulu,
yang pernah menjadi titik utama perubahan peta politik dan ekonomi dunia,” ujar
Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam
sambutan yang diberikan.
Fahmi
Ali, Andre Anang, Hana Futari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar