Daftar Blog Saya

Selasa, 21 Februari 2017

Bioskop Bisik, Cara Tunanetra Menikmati Film



Tidak semua orang dapat merasakan sensasi audiovisual yang ditampilkan dalam sebuah film. Seperti yang dialami oleh masyarakat tunanetra yang tidak dapat menikmati efek visual dari menonton film. Melalui bioskop bisik, Think.web dan Fency, masyarakat tunanetra dapat menikmati film dan membayangkan visual yang ditampilkan oleh film tersebut. Acara ini menawarkan sebuah solusi bagi masyarakat tunanetra agar mendapatkan pengalaman menonton film secara utuh. Konsep bioskop bisik yaitu tiap penonton tunanetra didampingi oleh volunteer saat menonton, kemudian volunteer membisikkan deskripsi adegan dan alur cerita kepada penonton tunantera, sehingga mereka memahami dan dapat merasakan emosi yang di dalam film tersebut.
Acara ini berlangsung pada tanggal 17 Januari 2015 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Jakarta. Ini merupakan pagelaran bioskop bisik perdana yang menurut salah satu panitianya berawal hanya iseng semata. Bioskop bisik perdana ini, menayangkan film Janji Joni. Rencananya, bioskop bisik ini akan digelar setiap bulan dengan film yang selalu berbeda.
Tujuan diselenggara acara bioskop bisik ini agar teman-teman tunanetra dapat merasakan dan menikmati film di bioskop seperti kebanyakan orang. Penonton yang hadir di bioskop bisik ini terdiri dari anak-anak, ibu rumah tangga, mahasiswa dan dari berbagai kalangan lainnya. Tidak ada segmentasi usia untuk dapat ikut menonton di bioskop bisik ini.
Pagelaran bioskop bisik perdana ini, dihadiri oleh 15 Sutradara, 10 Produser, 50 tunanetra dan 35 relawan dari Fency. Salah satu sutradara yang hadir yaitu Joko Anwar, penggarap film yang ditayangkan dalam bioskop bisik perdana ini. “sudah seharusnya teman-teman tunanetra  mendapatkan perhatian yang lebih, karena di berbagai Negara mereka sudah mendapat fasilitas kemudahan untuk mereka mendapatkan sendi-sendi kehidupan termasuk hiburan. Misalnya, akan diadakan nonton film, menggunakan headset yang dapat menarasikan adegan-adegan film. Sehingga mereka dapat menonton film secara mandiri.” Ujar Joko Anwar saat kami wawancarai seusai menyaksikan film di bioskop bisik.
Antusias teman-teman tunanetra dan volunteer sangat terlihat dalam acara ini, mereka mengikuti film dengan seksama dan tidak jarang mereka tertawa karena membayangkan adegan pada film yang dibisikan oleh volunteer pendamping mereka. Antusias tersebut diungkapkan oleh Irma, salah seorang penonton bioskop bisik, Irma mengatakan Acara nonton bareng seperti ini merupakan pengalaman pertamanya. Sebelum menjadi tunanetra, ia gemar sekali nonton tv ataupun bioskop. Setelah menjadi tunanetra, ia mendapat kendala untuk mengikuti hobinya ini . Dengan acara ini, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi para pendukung film, penulis skenario, sutradara untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan difabilitas khususnya tunanetra.
Selain dari teman-teman tunanetra, antusias dirasakan oleh para volunteer yang berpartisipasi dalam acara ini, tak sedikit juga yang memberikan tanggapan serta masukan untuk acara ini. Menurut Anne Nuraini sebagai volunteer berpendapat, Sebaikanya para volunteer dan penyelenggara dapat mengarahkan apa yang mereka lihat dan membagikan kepada teman-teman tunanetra. Karena tunanetra menggunakan indra perasa dimana mereka bisa mendengar dan merasakan sehingga kita harus bisa menjelaskan apa yang kita lihat melalui visual, sehingga mereka dapat merasakan film seperti apa, minimal mereka tahu alat-alat yang digunakan dalam pembuatan film.
Itu dia review dari acara bioskop bisik yang diadakan oleh Fency dan Think.web. sebuah acara yang bertujuan untuk membantu teman-teman difabel tunanetra agar bisa merasakan dan menikmati film selayaknya orang-orang biasa. Kita masih menunggu pangelaran selanjutnya dari bioskop bisik. (Hana/Badruz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar