Daftar Blog Saya

Senin, 09 Agustus 2021

Fans Sok Kenal Sok Dekat


Fathan Ariendra (nama samaran), ya salah satu idolaku di tahun 2017 waktu lagi nganggur-nganggurnya. Kebolehan stand upnya di atas panggung salah satu televisi swasta sekitar September di tahun itu mampu mengalihkan perhatianku. Ditambah, komika asal Lampung itu memiliki bentuk fisik seperti kriteria cowok idamanku.

Panggilannya Feta, aku pun kini memanggilnya dengan sebutan Bang Feta untuk menghormati dia yang sudah 29 tahun. Tapi, entah kenapa di tulisan ini aku ingin menyebutnya sebagai Fathan. Terdengar lebih manis jika ku ucapkan atau sekadar ditulis.

Fathan Ariendra selalu tampil dengan materi story telling dan kemampuan act out sebagai cewek yang totalitas banget. Itu yang awalnya bikin aku enggak kedip saat menyaksikan dia di layar kaca. Belum lagi materi-materi yang dia bawain pun terasa sesuai dengan selera humorku yang saat itu masih berusia 23 tahun.

Secara fisik, Fathan Ariendra tak terlalu tampan, hanya saja berhasil membuatku jatuh hati sejak pandangan pertama. Dia berpipi chubby dengan badan yang terbilang montok untuk ukuran pria seusianya yang saat itu 25 tahun. Ya, aku memang pecinta pria hugable dan menggemaskan walaupun enggak mungkin juga aku peluk.

Aku pun mulai sok kenal sok dekat sama Fathan Ariendra melalui dm Instagram. Tapi besar kemungkinan saat itu, bukan gue doang yang dm dia. Fathan saat itu lagi kebanjiran fans cewek sih aku rasa sampai dm aku pun ngga dibalas. Tapi memang sih, aku ngga berharap banyak biar bisa dibalas.

Masih tersimpan kalimat dm pertama yang aku kirim untuk sang pemilik akun Instagram @fathanariendra di tanggal 23 Oktober 2017 lalu itu. Setelah melihat kembali, tampaknya waktu itu aku masih alay kali ya.

“Bang gemessshhhh, kalo boleh folback dooong.. aku enggak bakal promo obat peninggi badan atau obat penirus pipi koqq,” tulisku saat itu.

Kalau dilihat-lihat, songong banget ya, belum kenal, belum ketemu, belum kelihatan beri dukungan apapun tapi langsung minta follow back. Tapi itulah, insting yang ada di tengah malam itu.

Setiap penampilan Fathan Ariendra selalu aku tunggu di layar kaca. Aku pengin terkejut dengan cerita-ceritanya ditambah act out jadi cewek ngambek yang benar-benar menjiwai. Sepertinya, dia banyak observasi mengenai kelakuan cewek. Enggak aneh sih, dia juga dikenal sebagai playboy.

Hingga akhirnya, dalam suatu penampilannya diketahui kalau Fathan sudah memiliki kekasih. Tim kreatif pun sempat melakukan panggilan video call dengan wanita yang akrab disapa Nissa itu.

Kecewa? Enggak sih hahaah orang aku cuma ngefans doang. Enggak pernah ada kepikiran untuk bisa ketemu dengan Fathan sama sekali. Aku cuma berpikir untuk menikmati karyanya ya walaupun gemes-gemes dikit sama dia.

Fathan Ariendra berlaga cukup apik di panggung besar itu. Dia berhasil memanjakan penonton dengan lawakannya yang mayoritas mengena pada wanita. Tapi, setelah kini aku kembali lihat lagi penampilan yang sama di YouTube, terlihat bahwa Fathan tampil bukan sebagai dirinya. Dia hanya ingin menghibur penonton tanpa membawa jati dirinya.

Hingga akhirnya, langkah Fathan Ariendra harus terhenti di babak 6 besar dan kalah dari dua pesaingnya yang pada akhirnya menjadi juara satu dan dua dalam kompetisi tersebut.

Terlihat ketidakpuasan saat Fathan Ariendra menutup materinya malam itu. Tampaknya dia sudah merasa bahwa langkahnya terhenti oleh sahabat dan satu anak kecil yang berusia 15 tahun lebih muda darinya.

Singkat cerita, aku masih mengikuti Fathan Ariendra di sosial media Instagram dan menjadi penikmat konten-kontennya. Jangankan kontennya, jika Fathan Ariendra mengunggah foto pribadinya gue sering memberikan tanda love bahkan menuliskan gombalan di kolom komentar yang tak jarang dibalasnya.

 Ya, di mataku dia ganteng, dia lucu, bertalenta dan suatu saat bakal menjadi seseorang dengan karier yang melejit. Itu prediksiku kalau melihat konten-konten yang dia buat di sosial media.

Seperti misalnya, ada konten ‘Pacar Feta Standup’ yang selalu aku tunggu-tunggu. Bukan Fathan namanya kalau nggak punya otak kreatif yang ngga ada obat. Di konten itu, ada animasi wanita berhijab dengan suara google maps yang lagi stand up.

Aku tahu, di balik suara itu adalah jokes yang dituliskan Fathan. Aku pun mulai bisa mengidentifikasi ciri-ciri jokes dari Fathan Ariendra yang akhrinya menjadi akrab di telingaku.

Ada lagi konten video call halu dengan Aurelie Moeremans yang juga begitu aku tunggu-tunggu. Dia bener-bener bisa mengimbangi video Aurelie dengan celotehan-celotehannya seperti sedang video call beneran.

Kadang, saking terhiburnya, aku simpan video dia dan gue bagikan ke whatsapp story. Ternyata bukan gue aja yang terhibur, tapi beberapa temanku pun membalas dan mengaku ikut tertawa. Ah, Fathan.. berguna sekali hidupmu bisa membuat orang-orang tertawa.

Selain penikmat kontennya, aku juga jadi suka dm-dm Fathan buat balas Insta Storiesnya. Enggak seperti dm pertama yang dilewatinya begitu saja, kini pesan ku mulai dibalas. Aku berpikir, oh sudah tidak kebanjiran fans lagi dia ini. Hahaha itu hanya pikiran jelek aku aja sih.

Seperti saat dia memajang foto kelulusannya di tanggal 25 Oktober 2018, aku pun turut memberikan selamat dan menanyakan gelar akademik apa yang kini disandang oleh dia. Dia pun membalas ucapan selamatku dan menjawan pertanyaanku yang sebenarnya tidak juga menjawab.

“Makasih dek. Sarjana patah hati,” jawab pria yang kini tengah ku cinta itu.

Mendengar jawabannya, akupun malah penasaran mengenai hubungan cintanya dengan wanita bernama Nissa yang sempat dihadirkan di panggung Indosiar itu. Aku mulai menebak-nebak, apa dia sudah tidak bersama Nissa. Ah, daripada penasaran, mending ku tanyakan langsung saja.

“Hahaha patah hati.. emang yang sama Nissa-nissa itu udah enggak?” tanyaku yang tak pernah dijawabnya.

Setelah saat ini flashback, memang benar tahun 2018 itu Fathan putus dengan Nissa. Fathan juga membagikan kisah cintanya dengan Nissa yang kandas di tengah jalan melalui tulisan di blog pribadinya. Blog itu baru aku baca beberapa bulan lalu ketika perasaanku pada Fathan mulai berubah dari hanya ngefans dan menjadi jatuh cinta.

Fathan sempat menjalani tur stand up dengan dua rekannya sesama lulusan kompetisi di Indosiar itu. Ketika Fathan membagikan flyer tournya di Insta Stories, aku pun membalas. Aku bilang dia untuk mampir ke Tangerang Selatan yang tak lain adalah kota ku.

Fathan hanya menjawab untuk doakan saja agar bisa sampai Tangerang Selatan. Saat itu aku amini namun tak begitu serius. Aku pun mebalas lagi dm nya di Instagram dengan menunjukkan bahwa aku fans setianya.

“Gue jadi garda terdepan deh kalo kelen-kelen show di sini,” godaku pada Fathan yang tak lagi dibalasnya.

Aku juga pernah mengirimi Fathan dm ketika aku tahu dia bermain dalam suatu episode sinetron di RCTI. Aku ingat betul, saat itu aku sedang bekerja di kantorku yang memang sister group dari RCTI. Televisi di kantorku memang sudah disetting hanya menyetel saluran RCTI, INews, MNC dan GTV.

Pas sekali, televisi dekat meja kerjaku sedang menyiarkan saluran RCTI. Di tengah kerja, aku sedikit melirik televisi tersebut dan aku melihat Fathan dari layar kaca. Dia memainkan tokoh sebagai seorang badut yang wajahnya bisa berubah menjadi Rifky Balweel.

Beneran niat, setelah lihat dia di layar kaca, aku langsung streaming RCTI dari handphone. Aku capture wajah Fathan dan langsung ku kirim melalui dm Instagramnya. Kalau dipikir memang ganjen sekali aku pada Fathan yang terkadang kini membuat aku malu.

“Wakakak jadi badut yang bisa berubah komuk jadi Rifky Balweel, menang banyak wkwwk,” kataku di tanggal 29 Januari 2019 lalu.

“Aktor watak ituuuuu hahahaha,” katanya untuk membalas dm ku yang tak lagi ku lanjutkan.

Ah... lumayan banyak balasan-balasanku untuk Insta Stories Fathan Ariendra. Namun saat itu persaanku benar-benar hanya seorang fans yang mengagumi publik figur idolanya sejak 2017. Fathan pun membalas dan hanya sekenanya.

Hingga akhirnya, pada awal 2021 aku melihat Fathan Ariendra kembali berkompetisi di Stasiun TV lain. Entah kenapa di situ aku merasa lebih senang melihatnya lagi di layar kaca. Seperti seseorang yang rindu berat dan tiba-tiba melihat sosok yang dirindukannya.

 Fathan lolos menjadi kontestan dalam kompetisi itu. Tapi jujur, di awal-awal kompetisi itu, aku tak melihat sosok Fathan yang ku kenal sebelumnya. Jokesnya tampak beda dari kompetisi sebelumnya dan kurang menghibur seperti dalam konten Instagramnya.

Tapi, aku masih selalu penasaran dengan penampilannya saat melawan para kompetitornya. Aku pun selalu berharap jika idolaku itu tidak close mic atau menjadi kontestan dengan nilai terendah di malam itu. Aku yakin kalau Fathan bisa jauh lebih baik ketika dia nyaman membawakan materi yang memang dia banget.

Benar saja, lambat laun Fathan yang lumayan terseok-seok di babak 8 besar akhirnya bisa menemukan jati dirinya. Fathan tampil begitu maksimal dengan materi yang dia bawakan di atas panggung. Bagiku sebagai penonton, aku melihat jiwanya begitu penuh, auranya begitu kencang ketika dia mulai menemukan jati dirinya.

Aku pun hampir selalu mengikuti pergerakan Fathan di kompetisi itu. Entah selalu menonton lewat televisi ataupun kepo dengan unggahan-unggahan di Instagramnya. Sampai suatu hari, aku lihat Fathan ke dufan bersama teman-teman satu kompetisinya.

Kalau tidak salah, waktu itu aku pun baru pulang dari dufan beberapa hari lalu. Ada penyesealan sedikit, ‘ah kenapa enggak ku hari ini ke dufannya biar bisa ketemu Feta,’ kataku saat itu.

Aku kembali sok kenal sok dekat lagi dengan Fathan lewat Insta Stories wahana Kereta Misterinya. Aku bilang kalau aku mau meninggal waktu main di wahana kereta misteri.

“Mo meninggal gue naik ini. Apalagi pas turun mundur,” kataku pada Fathan di tanggal 13 Maret 2021 lalu.

Fathan juga tampaknya merasakan hal yang sama bahkan sampai mau muntah katanya. “Iya, diputer-puter pas gelep muallll,” keluhnya.

Aku pun kembali bersikap sok kenal sok dekat dengan Fathan dengan mengajaknya untuk pergi ke Dufan bareng. Di sini aku juga tak memiliki ekspektasi apapun dengan balasannya. Ya, anggaplah kayak aku ngajak Adipati Dolken ke Dufan, nggak akan dibalas kan?

“Dufan bareng yuk Ta, wkwkwkw,” kataku sambil awkward sendiri.

Tapi ternyata ajakan isengku itu dibalas walaupun hanya lewat tulisan dan kini belum terealisasi juga. Tanpa ku duga-duga, Fathan justru malah mengiyakan ajakanku itu.

“Hahahah hayuk,” katanya.

                Dapat balasan seperti itu, langsunglah ku tembak terkait rencana ke Dufan bareng. Aku ajak dia hari Senin tapi dia balas ‘heyy lagi kompetisi loh ini,’ jawabnya. Hahaha iya juga ya, bodoh sekali sih aku.

Tapi di situ gue semakin punya keiginan buat ‘suatu saat gue bakal pergi ke Dufan bareng Feta’. Ya, hanya angan-angan tapi tetap ku usahakan.

Aku pun masih terus memberikan semangat untuk idolaku itu di kompetisi. Meski saat itu aku hanya membalas Insta Storiesnya dengan kalimat-kalimat motivasi sederhana.

“Aaaaak mangat Taaa u can do it!” kataku di tanggal 15 Maret 2021.

Feta pun membalas dukunganku walaupun hanya dengan kata terima kasih dan tak ada kelanjutannya. Hingga akupun mulai memperkenalkan diriku yang memang sudah mengidolakannya sejak penampilan perdana di layar kaca 2017 lalu.

“Fetaee gue followers lu dari jaman kompetisi sebelah. Pas lihat lu, gue langsung ‘love at first sight’ gitu karena lo selalu bawain materiout of the box,” kataku yang sudah beberapa kali dm tapi baru memperkenalkan diri.

Perkenalanku pun dijawab oleh sang idola humble yang mengucapkan terima kasih. Fathan juga berharap agar aku tetap suka padanya. Ah, kalau itu sih tanpa disuruh sepertinya aku akan terus suka padanya.

“Aaak makasih loh semoga terus suka yaa,” katanya.

Entah dari sejak itu, aku seperti merasa memiliki kedekatan lebih dari sebelumnya dengan Fathan. Ya, memang hanya perasaanku saja. Bahkan, sempat aku ditanya oleh seorang temanku mengenai kriteria cowok.

Tanpa berkata apa-apa, aku langsung buka Instagram, mencari akun @FathanAriendra. Aku langsung menunjukkan foto Fathan dan dengan bangganya aku bilang ‘ini tipe cowok gue banget’. Ya memang, Fathan seolah menjadi bentuk nyata dari list kriteria cowok yang ku suka.

Tak hanya dari penampilan fisiknya yang hug-able, aku tahu Fathan adalah sosok cowok yang family man seperti yang aku butuhkan. Aku bisa menilai itu dari hubungan dengan ibunya yang dia panggil sebagai umi. Dan ini benar-benar terbukti di cerita pertemuanku dengannya yang ke empat.

Enggak tahu kenapa, aku punya keyakinan yang cukup besar bahwa aku bisa berkenalan secara langsung dengan Fathan Ariendra. Walaupun aku sebenarnya tidak tahu bagaimana caranya dan kesempatan apa yang bisa mengantarkanku untuk bertemu Fathan.

Ada satu kejadian yang membuat aku tersadar bahwa setiap rengekanku selalu didengar oleh Allah meskipun aku tidak berdoa. Malam itu, sekitar pukul 01.30 aku sedang mellow, entah mengapa. Mungkin memang bawaan dini hari yang sepi dan aku tetap terjaga.

Saat itu, aku sedang buka-buka Instagram dan mulai melihat-lihat update-an following ku lewat Insta Stories. Kemudian, muncul Insta Stories Fathan Ariendra yang berisi fotonya dengan seorang kru Kompas TV.

Aku yang sedang mellow pun terkesan merengek dan membalas Insta Stories Fathan. Aku bilang, aku pengin foto bareng dia.

“Aaaah pengin foto bareng Fetaaaaa,” kataku di dini hari 24 Maret 2021.

Tak lama setelah menulis rengekanku itu, akupun terlelap dan melupakan apa yang terjadi pada dini hari tersebut. Hingga akhirnya, notifikasi dm ku berbunyi dan ada balasan dari Fathan Ariendra.

“Hayuuuuuuk,” katanya singkat.

Meski hanya mendapat balasan seperti itu, entah mengapa aku merasa senang. Akupun membalas lagi dengan singkat.

“Gas doooong Taaaaa,” kataku pada Fathan.

Setelah membalas dmnya, akupun melihat kalau Fathan dan kawan-kawannya beserta kru TV sedang ada di The Breeze BSD.  Aku lantas membalas Insta Storiesnya untuk memastikan bahwa idolaku itu benar ada di dekat rumaku.

“Fetaaaaa demi apa kau di The Breeze? Dekat rumah gue ituuu,” kataku dengan emosi senang yang tak terkira.

Aku juga bilang kalau ingin berteu dengannya sekaligus meminta izin. Maklum, Fathan saat itu masih menjalani program yang bisa jadi tak memperkenankannya bertemu dengan orang-orang luar.

“Gue pengin nyamperinnnnnn sumpah The Breeze dekat dari rumah gue,” kataku pada sang idola.

Padahal sebenarnya, rumah gue dengan The Breeze itu ngga dekat-dekat amat tapi gue sering lewatin jadi sudah berasa jalur sendiri. Di tambah, gue mikir jarak  The Breeze yang Cuma 5Km dari rumah gue itu sangat-sangat worth it untuk dilalui jika imbalannya bertemu Fathan.

“Iya nih di The Breeze di Spincity bowling. Hahaha sini,” katanya yang juga berarti mengizinkaku untuk menemuinya.

Aku lagi-lagi memastikan bahwa dia boleh ditemui oleh orang asing. Sekligus, aku memastikan jika kehadiranku itu tidak akan mengganggunya.

“Masih lama gak? Boleh ditemuin nggak sih? Wkwkw,” kataku sembari awkward plus senang tak terkira.

 “Wkwkwkwk santuy sih, baru mau main,” Katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar