Fathan Ariendra (nama samaran),
ya salah satu idolaku di tahun 2017 waktu lagi nganggur-nganggurnya. Kebolehan stand
upnya di atas panggung salah satu televisi swasta sekitar September di tahun itu mampu
mengalihkan perhatianku. Ditambah, komika asal Lampung itu memiliki bentuk
fisik seperti kriteria cowok idamanku.
Panggilannya Feta, aku pun kini
memanggilnya dengan sebutan Bang Feta untuk menghormati dia yang sudah 29
tahun. Tapi, entah kenapa di tulisan ini aku ingin menyebutnya sebagai Fathan.
Terdengar lebih manis jika ku ucapkan atau sekadar ditulis.
Fathan Ariendra selalu tampil
dengan materi story telling dan kemampuan act out sebagai cewek yang totalitas
banget. Itu yang awalnya bikin aku enggak kedip saat menyaksikan dia di layar
kaca. Belum lagi materi-materi yang dia bawain pun terasa sesuai dengan selera
humorku yang saat itu masih berusia 23 tahun.
Secara fisik, Fathan Ariendra tak
terlalu tampan, hanya saja berhasil membuatku jatuh hati sejak pandangan
pertama. Dia berpipi chubby dengan badan yang terbilang montok untuk ukuran
pria seusianya yang saat itu 25 tahun. Ya, aku memang pecinta pria hugable dan
menggemaskan walaupun enggak mungkin juga aku peluk.
Aku pun mulai sok kenal sok dekat
sama Fathan Ariendra melalui dm Instagram. Tapi besar kemungkinan saat itu,
bukan gue doang yang dm dia. Fathan saat itu lagi kebanjiran fans cewek sih aku
rasa sampai dm aku pun ngga dibalas. Tapi memang sih, aku ngga berharap banyak
biar bisa dibalas.
Masih tersimpan kalimat dm
pertama yang aku kirim untuk sang pemilik akun Instagram @fathanariendra di
tanggal 23 Oktober 2017 lalu itu. Setelah melihat kembali, tampaknya waktu itu aku
masih alay kali ya.
“Bang gemessshhhh, kalo boleh
folback dooong.. aku enggak bakal promo obat peninggi badan atau obat penirus
pipi koqq,” tulisku saat itu.
Kalau dilihat-lihat, songong
banget ya, belum kenal, belum ketemu, belum kelihatan beri dukungan apapun tapi
langsung minta follow back. Tapi itulah, insting yang ada di tengah malam itu.
Setiap penampilan Fathan Ariendra
selalu aku tunggu di layar kaca. Aku pengin terkejut dengan cerita-ceritanya
ditambah act out jadi cewek ngambek yang benar-benar menjiwai. Sepertinya, dia
banyak observasi mengenai kelakuan cewek. Enggak aneh sih, dia juga dikenal
sebagai playboy.
Hingga akhirnya, dalam suatu
penampilannya diketahui kalau Fathan sudah memiliki kekasih. Tim kreatif pun
sempat melakukan panggilan video call dengan wanita yang akrab disapa Nissa
itu.
Kecewa? Enggak sih hahaah orang aku
cuma ngefans doang. Enggak pernah ada kepikiran untuk bisa ketemu dengan Fathan
sama sekali. Aku cuma berpikir untuk menikmati karyanya ya walaupun gemes-gemes
dikit sama dia.
Fathan Ariendra berlaga cukup
apik di panggung besar itu. Dia berhasil memanjakan penonton dengan lawakannya
yang mayoritas mengena pada wanita. Tapi, setelah kini aku kembali lihat lagi
penampilan yang sama di YouTube, terlihat bahwa Fathan tampil bukan sebagai
dirinya. Dia hanya ingin menghibur penonton tanpa membawa jati dirinya.
Hingga akhirnya, langkah Fathan Ariendra
harus terhenti di babak 6 besar dan kalah dari dua pesaingnya yang pada
akhirnya menjadi juara satu dan dua dalam kompetisi tersebut.
Terlihat ketidakpuasan saat Fathan
Ariendra menutup materinya malam itu. Tampaknya dia sudah merasa bahwa
langkahnya terhenti oleh sahabat dan satu anak kecil yang berusia 15 tahun
lebih muda darinya.
Singkat cerita, aku masih
mengikuti Fathan Ariendra di sosial media Instagram dan menjadi penikmat
konten-kontennya. Jangankan kontennya, jika Fathan Ariendra mengunggah foto
pribadinya gue sering memberikan tanda love bahkan menuliskan gombalan di kolom
komentar yang tak jarang dibalasnya.
Ya, di mataku dia ganteng, dia lucu,
bertalenta dan suatu saat bakal menjadi seseorang dengan karier yang melejit.
Itu prediksiku kalau melihat konten-konten yang dia buat di sosial media.
Seperti misalnya, ada konten
‘Pacar Feta Standup’ yang selalu aku tunggu-tunggu. Bukan Fathan namanya kalau
nggak punya otak kreatif yang ngga ada obat. Di konten itu, ada animasi wanita
berhijab dengan suara google maps yang lagi stand up.
Aku tahu, di balik suara itu
adalah jokes yang dituliskan Fathan. Aku pun mulai bisa mengidentifikasi
ciri-ciri jokes dari Fathan Ariendra yang akhrinya menjadi akrab di telingaku.
Ada lagi konten video call halu
dengan Aurelie Moeremans yang juga begitu aku tunggu-tunggu. Dia bener-bener
bisa mengimbangi video Aurelie dengan celotehan-celotehannya seperti sedang
video call beneran.
Kadang, saking terhiburnya, aku
simpan video dia dan gue bagikan ke whatsapp story. Ternyata bukan gue aja yang
terhibur, tapi beberapa temanku pun membalas dan mengaku ikut tertawa. Ah, Fathan..
berguna sekali hidupmu bisa membuat orang-orang tertawa.
Selain penikmat kontennya, aku
juga jadi suka dm-dm Fathan buat balas Insta Storiesnya. Enggak seperti dm
pertama yang dilewatinya begitu saja, kini pesan ku mulai dibalas. Aku
berpikir, oh sudah tidak kebanjiran fans lagi dia ini. Hahaha itu hanya pikiran
jelek aku aja sih.
Seperti saat dia memajang foto
kelulusannya di tanggal 25 Oktober 2018, aku pun turut memberikan selamat dan
menanyakan gelar akademik apa yang kini disandang oleh dia. Dia pun membalas
ucapan selamatku dan menjawan pertanyaanku yang sebenarnya tidak juga menjawab.
“Makasih dek. Sarjana patah
hati,” jawab pria yang kini tengah ku cinta itu.
Mendengar jawabannya, akupun
malah penasaran mengenai hubungan cintanya dengan wanita bernama Nissa yang
sempat dihadirkan di panggung Indosiar itu. Aku mulai menebak-nebak, apa dia
sudah tidak bersama Nissa. Ah, daripada penasaran, mending ku tanyakan langsung
saja.
“Hahaha patah hati.. emang yang
sama Nissa-nissa itu udah enggak?” tanyaku yang tak pernah dijawabnya.
Setelah saat ini flashback,
memang benar tahun 2018 itu Fathan putus dengan Nissa. Fathan juga membagikan
kisah cintanya dengan Nissa yang kandas di tengah jalan melalui tulisan di blog
pribadinya. Blog itu baru aku baca beberapa bulan lalu ketika perasaanku pada Fathan
mulai berubah dari hanya ngefans dan menjadi jatuh cinta.
Fathan sempat menjalani tur stand
up dengan dua rekannya sesama lulusan kompetisi di Indosiar itu. Ketika Fathan
membagikan flyer tournya di Insta Stories, aku pun membalas. Aku bilang dia
untuk mampir ke Tangerang Selatan yang tak lain adalah kota ku.
Fathan hanya menjawab untuk
doakan saja agar bisa sampai Tangerang Selatan. Saat itu aku amini namun tak
begitu serius. Aku pun mebalas lagi dm nya di Instagram dengan menunjukkan
bahwa aku fans setianya.
“Gue jadi garda terdepan deh kalo
kelen-kelen show di sini,” godaku pada Fathan yang tak lagi dibalasnya.
Aku juga pernah mengirimi Fathan
dm ketika aku tahu dia bermain dalam suatu episode sinetron di RCTI. Aku ingat
betul, saat itu aku sedang bekerja di kantorku yang memang sister group dari
RCTI. Televisi di kantorku memang sudah disetting hanya menyetel saluran RCTI,
INews, MNC dan GTV.
Pas sekali, televisi dekat meja
kerjaku sedang menyiarkan saluran RCTI. Di tengah kerja, aku sedikit melirik
televisi tersebut dan aku melihat Fathan dari layar kaca. Dia memainkan tokoh
sebagai seorang badut yang wajahnya bisa berubah menjadi Rifky Balweel.
Beneran niat, setelah lihat dia
di layar kaca, aku langsung streaming RCTI dari handphone. Aku capture wajah Fathan
dan langsung ku kirim melalui dm Instagramnya. Kalau dipikir memang ganjen
sekali aku pada Fathan yang terkadang kini membuat aku malu.
“Wakakak jadi badut yang bisa
berubah komuk jadi Rifky Balweel, menang banyak wkwwk,” kataku di tanggal 29
Januari 2019 lalu.
“Aktor watak ituuuuu hahahaha,”
katanya untuk membalas dm ku yang tak lagi ku lanjutkan.
Ah... lumayan banyak
balasan-balasanku untuk Insta Stories Fathan Ariendra. Namun saat itu persaanku
benar-benar hanya seorang fans yang mengagumi publik figur idolanya sejak 2017.
Fathan pun membalas dan hanya sekenanya.
Hingga akhirnya, pada awal 2021
aku melihat Fathan Ariendra kembali berkompetisi di Stasiun TV lain. Entah
kenapa di situ aku merasa lebih senang melihatnya lagi di layar kaca. Seperti
seseorang yang rindu berat dan tiba-tiba melihat sosok yang dirindukannya.
Fathan lolos menjadi kontestan dalam kompetisi
itu. Tapi jujur, di awal-awal kompetisi itu, aku tak melihat sosok Fathan yang
ku kenal sebelumnya. Jokesnya tampak beda dari kompetisi sebelumnya dan kurang
menghibur seperti dalam konten Instagramnya.
Tapi, aku masih selalu penasaran
dengan penampilannya saat melawan para kompetitornya. Aku pun selalu berharap
jika idolaku itu tidak close mic atau menjadi kontestan dengan nilai terendah
di malam itu. Aku yakin kalau Fathan bisa jauh lebih baik ketika dia nyaman
membawakan materi yang memang dia banget.
Benar saja, lambat laun Fathan
yang lumayan terseok-seok di babak 8 besar akhirnya bisa menemukan jati
dirinya. Fathan tampil begitu maksimal dengan materi yang dia bawakan di atas
panggung. Bagiku sebagai penonton, aku melihat jiwanya begitu penuh, auranya
begitu kencang ketika dia mulai menemukan jati dirinya.
Aku pun hampir selalu mengikuti
pergerakan Fathan di kompetisi itu. Entah selalu menonton lewat televisi
ataupun kepo dengan unggahan-unggahan di Instagramnya. Sampai suatu hari, aku
lihat Fathan ke dufan bersama teman-teman satu kompetisinya.
Kalau tidak salah, waktu itu aku
pun baru pulang dari dufan beberapa hari lalu. Ada penyesealan sedikit, ‘ah
kenapa enggak ku hari ini ke dufannya biar bisa ketemu Feta,’ kataku saat itu.
Aku kembali sok kenal sok dekat
lagi dengan Fathan lewat Insta Stories wahana Kereta Misterinya. Aku bilang
kalau aku mau meninggal waktu main di wahana kereta misteri.
“Mo meninggal gue naik ini.
Apalagi pas turun mundur,” kataku pada Fathan di tanggal 13 Maret 2021 lalu.
Fathan juga tampaknya merasakan
hal yang sama bahkan sampai mau muntah katanya. “Iya, diputer-puter pas gelep
muallll,” keluhnya.
Aku pun kembali bersikap sok
kenal sok dekat dengan Fathan dengan mengajaknya untuk pergi ke Dufan bareng.
Di sini aku juga tak memiliki ekspektasi apapun dengan balasannya. Ya,
anggaplah kayak aku ngajak Adipati Dolken ke Dufan, nggak akan dibalas kan?
“Dufan bareng yuk Ta, wkwkwkw,”
kataku sambil awkward sendiri.
Tapi ternyata ajakan isengku itu
dibalas walaupun hanya lewat tulisan dan kini belum terealisasi juga. Tanpa ku
duga-duga, Fathan justru malah mengiyakan ajakanku itu.
“Hahahah hayuk,” katanya.
Dapat
balasan seperti itu, langsunglah ku tembak terkait rencana ke Dufan bareng. Aku
ajak dia hari Senin tapi dia balas ‘heyy lagi kompetisi loh ini,’ jawabnya.
Hahaha iya juga ya, bodoh sekali sih aku.
Tapi di situ gue semakin punya
keiginan buat ‘suatu saat gue bakal pergi ke Dufan bareng Feta’. Ya, hanya
angan-angan tapi tetap ku usahakan.
Aku pun masih terus memberikan
semangat untuk idolaku itu di kompetisi. Meski saat itu aku hanya membalas
Insta Storiesnya dengan kalimat-kalimat motivasi sederhana.
“Aaaaak mangat Taaa u can do it!”
kataku di tanggal 15 Maret 2021.
Feta pun membalas dukunganku
walaupun hanya dengan kata terima kasih dan tak ada kelanjutannya. Hingga
akupun mulai memperkenalkan diriku yang memang sudah mengidolakannya sejak
penampilan perdana di layar kaca 2017 lalu.
“Fetaee gue followers lu dari
jaman kompetisi sebelah. Pas lihat lu, gue langsung ‘love at first sight’ gitu
karena lo selalu bawain materiout of the box,” kataku yang sudah beberapa kali
dm tapi baru memperkenalkan diri.
Perkenalanku pun dijawab oleh
sang idola humble yang mengucapkan terima kasih. Fathan juga berharap agar aku
tetap suka padanya. Ah, kalau itu sih tanpa disuruh sepertinya aku akan terus
suka padanya.
“Aaak makasih loh semoga terus
suka yaa,” katanya.
Entah dari sejak itu, aku seperti
merasa memiliki kedekatan lebih dari sebelumnya dengan Fathan. Ya, memang hanya
perasaanku saja. Bahkan, sempat aku ditanya oleh seorang temanku mengenai
kriteria cowok.
Tanpa berkata apa-apa, aku
langsung buka Instagram, mencari akun @FathanAriendra. Aku langsung menunjukkan
foto Fathan dan dengan bangganya aku bilang ‘ini tipe cowok gue banget’. Ya
memang, Fathan seolah menjadi bentuk nyata dari list kriteria cowok yang ku
suka.
Tak hanya dari penampilan
fisiknya yang hug-able, aku tahu Fathan adalah sosok cowok yang family man
seperti yang aku butuhkan. Aku bisa menilai itu dari hubungan dengan ibunya
yang dia panggil sebagai umi. Dan ini benar-benar terbukti di cerita
pertemuanku dengannya yang ke empat.
Enggak tahu kenapa, aku punya
keyakinan yang cukup besar bahwa aku bisa berkenalan secara langsung dengan Fathan
Ariendra. Walaupun aku sebenarnya tidak tahu bagaimana caranya dan kesempatan
apa yang bisa mengantarkanku untuk bertemu Fathan.
Ada satu kejadian yang membuat
aku tersadar bahwa setiap rengekanku selalu didengar oleh Allah meskipun aku
tidak berdoa. Malam itu, sekitar pukul 01.30 aku sedang mellow, entah mengapa.
Mungkin memang bawaan dini hari yang sepi dan aku tetap terjaga.
Saat itu, aku sedang buka-buka
Instagram dan mulai melihat-lihat update-an following ku lewat Insta Stories.
Kemudian, muncul Insta Stories Fathan Ariendra yang berisi fotonya dengan
seorang kru Kompas TV.
Aku yang sedang mellow pun
terkesan merengek dan membalas Insta Stories Fathan. Aku bilang, aku pengin
foto bareng dia.
“Aaaah pengin foto bareng Fetaaaaa,”
kataku di dini hari 24 Maret 2021.
Tak lama setelah menulis
rengekanku itu, akupun terlelap dan melupakan apa yang terjadi pada dini hari
tersebut. Hingga akhirnya, notifikasi dm ku berbunyi dan ada balasan dari Fathan
Ariendra.
“Hayuuuuuuk,” katanya singkat.
Meski hanya mendapat balasan
seperti itu, entah mengapa aku merasa senang. Akupun membalas lagi dengan
singkat.
“Gas doooong Taaaaa,” kataku pada
Fathan.
Setelah membalas dmnya, akupun
melihat kalau Fathan dan kawan-kawannya beserta kru TV sedang ada di The Breeze
BSD. Aku lantas membalas Insta Storiesnya
untuk memastikan bahwa idolaku itu benar ada di dekat rumaku.
“Fetaaaaa demi apa kau di The Breeze?
Dekat rumah gue ituuu,” kataku dengan emosi senang yang tak terkira.
Aku juga bilang kalau ingin
berteu dengannya sekaligus meminta izin. Maklum, Fathan saat itu masih
menjalani program yang bisa jadi tak memperkenankannya bertemu dengan
orang-orang luar.
“Gue pengin nyamperinnnnnn sumpah
The Breeze dekat dari rumah gue,” kataku pada sang idola.
Padahal sebenarnya, rumah gue
dengan The Breeze itu ngga dekat-dekat amat tapi gue sering lewatin jadi sudah
berasa jalur sendiri. Di tambah, gue mikir jarak The Breeze yang Cuma 5Km dari rumah gue itu
sangat-sangat worth it untuk dilalui jika imbalannya bertemu Fathan.
“Iya nih di The Breeze di
Spincity bowling. Hahaha sini,” katanya yang juga berarti mengizinkaku untuk
menemuinya.
Aku lagi-lagi memastikan bahwa
dia boleh ditemui oleh orang asing. Sekligus, aku memastikan jika kehadiranku
itu tidak akan mengganggunya.
“Masih lama gak? Boleh ditemuin
nggak sih? Wkwkw,” kataku sembari awkward plus senang tak terkira.
“Wkwkwkwk santuy sih, baru mau main,” Katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar