Daftar Blog Saya

Sabtu, 13 September 2014

SOSKOMAS 2

Type Keilmuan
  1. Scientific (Ilmiah-Empiris)
SCIENTIFIC
·         Ilmu bersifat Objektif (Standarisasi-Reflikasi-Observasi-Konsistensi-Akurasi)
·         Dunia merupakan bentuk yang dpt diobservasi
·         Tujuan Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan sesuatu seakurat mungkin
·         Berupaya memperoleh konsensus dan mereduksi perbedaan
·         Pemisahan antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out there”

B.     Humanistic (Humaniora-Interpretif)
HUMANISTIC
·         Ilmu bersifat subjektif (intuisi-kreatifitas-interpretasi-insight)
·         Kreatifivitas Individual
·         Tujuannya: memahami respon subjektif individu
·         Berupaya mencari interpretasi alternatif
·         Ilmu sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan nilai

C.  Social Science (Ilmu-Ilmu Sosial)
SOCIAL SCIENCE
  • Memasukan elemen-elemen Science dan humaniora
  • Tujuannya : mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
  • Berupaya membangun konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
  • Interpretasi bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif


ILMU, KONSEP, TEORI
DAN PERSPEKTIF
SEBUAH LANDASAN MAMAHAMI KERANGKA BERPIKIR

KONSEP
·         Konsep merupakan sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori
·         Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna
·         Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi konsep kita dengan simbol biasanya bahasa
·         Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan
·         Sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tsb terhubung satu sama lain dinamakan taxonomy

TEORI
·         Abstraksi realitas
·         Sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematis
·         Terdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tsb terhubung satu dengan lainnya
·         Generalisasi yang diterima secara empiris
KEPERLUAN TEORI
  • Causal necessity (keperluan penyebab) : menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab.
  • Practical necessity (keperluan praktis):
§  menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving a goal”  yakni tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan
o   FUNGSI TEORI
  • Mengorganisasikan dan menyimpulkan
  • Memfokuskan
  • Menjelaskan
  • Mengamati
  • Membuat prediksi
  • Heuristik (to generate research, growth of knowledge)
  • Komunikasi
  • Mengendalikan
·         Generatif (to generate new way of living)

PERSPEKTIF
•         Perspektif sering juga disebut paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata.
•         Perspektif adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan
•         Suatu spesifikasi jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang
•         Standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian)

JENIS PERSPEKTIF
•         Objective istilah lainnya adalah :
            Saintifik, empiris, behavioristik,  struktural, positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik, rasionalistik dll.
•         Subjective istilah lainnya adalah :
            Humanistik, interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer, dinamis dll. 

KARAKTERISTIK
PERSPEKTIF OBJEKTIVE
•         Realitas dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum universal
•         manusia pasif (sebagai objek)
•         Perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya S-R
•         Perilaku manusia dapat diramalkan (cause-effect)
•         Penelitian bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek
•         sampel besar, menguji teori, dan bersifat generalis
•         Metodologi empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional
•         Analisisnya bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah terkumpul biasanya menggunakan statistik
•         Kriteria penelitian : objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti, kuantifikasi serta reflikasi penelitian
•         Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral

PENDEKATAN OBJEKTIVE
*      OBJECTIVE PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
*      OBJECTIVE PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
•         Memandang manusia sebagai produk lingkungan di luar
•         Rangsangan dari luar mempengaruhi manusia memberi respon
•         Hubungan bersifat kausal
•         Positivisme logis : verifikasi, penemuan lewat logika
•         Metode penelitiannya banyak menggunakan eksperimen terkontrol
CONTOH TEORI
PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
*      Public speaking (Model Aristoteles )
*      Teori Informasi (Claude Shannon)
*      Teori Jarum Hypodermik (Wilbur Schramm)
*      Teori Belajar Sosial (Albert Bandura)
*      Teori Disonanasi Kognitif (Leon Festinger)
*      Teori Pertukaran Sosial (Jhon Thibaut dan Harold Kelley)
*      Teori Kultivasi (George Gerbner)

PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
•         Pengamatan ilmiah pada prilaku luar (overt behavior)
•         Menolak gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan, pikiran, kesadaran, subjektivitas
•         Mengukur pengaruh struktur sosial terhadap identitas, respon  dan perilaku manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok mereka (Socially- determined)
•         Metode penelitiannya banyak menggunakan survey (korelasional)

CONTOH
TEORI STRUKTURAL
*      Helical Model (Frank Dance)
*      ABX Model (Theodore Newcomb)
*      Model Komunikasi Antarbudaya (William Gudykunts & Young Yun Kim)
*      Teori Norma Budaya (Melvin DeFleur)
*      Teori Uses and Gratification (Elihu Katz, Jay G Blumler, Michael Gurevitch)
*      Teori Spiral of Silence (Elisabeth Noelle Neumann)              

KARAKTERISTIK SUBJEKTIF
*      Pengetahuan tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
*      Bersifat interpretif dan makna dinegosiasikan
*      Realitas sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
*      Pendekatan kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
*      Setiap manusia bersifat unik
*      Fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna)

CONTOH TEORI
PENDEKATAN SUBJEKTIF
•         Fenomenologi (Alfred Schutz)
•         Etnometodologi (Harold Garfinkel)
•         Teori Dramaturgi (Erving Goffman)
•         Teori Dramatisme (Kenneth Burke)
•         Teori Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
•         Cultural Studies (Michel Foucault)
•         Standpoint Theory (Julia T Wood)
•         Muted Group Theory (Cheris Kramarae)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar