Daftar Blog Saya

Minggu, 14 Januari 2018

Apa yang Kalian Lakukan Apabila Mendapat Driver Ojol Seperti Ini?

Ojek online atau biasa disebut ojol bukan hal yang asing lagi di Indonesia, terlebih di kawasan Ibu Kota. Maraknya ojek online disambut baik oleh para masyarakat yang kini menjadi customer. Di Jakarta sendiri, tersebut tiga perusahaan ojek online yang memiliki nama besar dengan cutomer yang besar pula.
Ojek online dinilai lebih aman dibanding ojek konvensional baik dari segi harga ataupun kevalidan driver. Ini karena semua data baik driver, harga maupun data customer tertera dalam sistem aplikasi. Akan tetapi, sebagai customer hendaknya berhati-hati dengan oknum driver yang “nakal”.
Dalam tulisan kali ini, saya  akan bercerita mengenai pengalaman saya mengenai driver yang sedikit nakal. Mungkin sebagian orang yang membaca tulisan saya akan merasa saya sangat berlebihan, tetapi ini bentuk usaha saya menghindari kenakalan driver yang lebih parah.  
Saya sudah menjadi pelanggan tiga merek ojek online sejak 2015. Secara random saya menggunakan tiga merek tersebut. Hal yang pertama saya pertimbangkan untuk menggunakan merek yang mana, yaitu dari segi harga.  Secara keseluruhan, saya merasa nyaman akan transportasi tersebut.
Suatu Minggu di sebuah stasiun di Jakarta, saya mengorder ojek online dengan tujuan ke suatu labolatorium klinis untuk menghadiri sebuah acara. Sejujurnya, saya tidak mengenal daerah tersebut dan jalanan stasiun itu terbilang sepi. Saya mengorder salah satu merek ojek online, sesaat kemudian, seorang driver menerima order saya. Kemudian, beberapa detik sang driver menghubungi saya melalui fitur chat aplikasi tersebut, isi chatnya “di mana sayang”.  Membaca chat tersebut merasa saya sangat tidak nyaman dan takut. Kemudian saya membatalkan orderan tersebut. Sesaat kemudian, saya mengorder ojek online dengan merek yang sama. Alasan saya mengorder merek yang sama karena saat itu tarif ojek online ini lebih murah dibanding dua pesaingnya. Tidak lama kemudian, saya mendapatkan driver dan ternyata driver yang sama dengan sebelumnya. Saat itu saya sedang terburu-buru dan melanjutkan orderan. Tak lama kemudian sang driver menchat saya. Begini percakapannya.
Driver : di mana? (datar, dan terkesan ketus karena tidak ada kata sapaan etc  mba atau bu. Mungkin karena dia kesal orderan sebelumnya saya batalkan)
Saya     : di alf*mar* stasiun ******
Driver  : sendiri  kan?
Di situ saya mulai curiga bercampur rasa takut karena saya tidak mengenal daerah tersebut dan saya sedang sendirian. Tanpa pikir panjang, saya langsung membatalkan kembali orderan lalu saya lari dari lokasi yang saya berikan pada driver tersebut. Saya takut jika driver tersebut benar menghampiri saya. Sambil berjalan ke arah lain, saya mengorder ojol dari merek yang berbeda. Kemudian sekitar 10 meter saya jalan, tiba-tiba ada yang memanggil saya dan ternyata itu driver baru dari merek ojol yang terkahir saya order. Setelah pergi dari tempat tersebut saya baru merasa aman.
Jika saja, saat itu saya tidak sendiri dan berada di daerah yang saya kenal, saya akan terus meladeni chat sang driver nakal untuk mengetahui maksud dan tujuan dia menchat saya seperti itu.
Di sini saya tidak menyalahkan salah satu, salah dua ataupun salah tiga perusahaan ojek online. Saya menyayangkan sikap driver yang seperti itu yang dapat menjelekkan citra buruk ojek online di kalangan masyarakat. Percayalah bahwa ojek online pastinya memiliki SOP dan peraturan yang diberlakukan kepada driver. Pada dasarnya, hal seperti ini hanya cerminan dari sang driver bukan perusahaan tempat Ia bekerja. Pada nyatanya, hampir semua driver bersikap sangat sopan dan tidak menyalahi aturan perusahaan.
Bagi teman-teman pembaca, hendaknya selalu waspada terhadap oknum seperti ini. Apabila ada perkataan driver yang tidak membuat nyaman dan hendaknya segera batalkan orderan. Terlebih jika kalian di tempat baru dan sedang seorang diri tanpa ada orang yang kalian kenal.  

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar