Daftar Blog Saya
Senin, 06 Oktober 2014
soskomas edisi 5
Teori Kultivasi
Kultivasi : merembes
Dipekenalkan George Gerbner dekan emeritus dari Annenberg school for communication di Universitas Pensylvania. Tv merupakan anggota keluarga yang penting dan paling banyak bercerita.
Kultivasi lebih menekankan pada dampak
Kultivasi : penelitian tentang dampak menonton televise
Lima asumsi Kultivasi
Tv secara fundamental dan esensial berbeda dari bentuk media massa lainnya
The central cultural arm karena menjadi sumber sajian hiburan dan informasi
Perepsi seseorang akan akibat televise memunculkan sekap dan opini yang spesifik tentang fakta kehidupan
Fungsi utama Tv untuk medium sosialisasi dan enkulturasi
Observasi, pengukuran, dan kontribusi televise kepada budaya relative kecil, namun demikian dampaknya signifikan.
Homogenesis Kultivasi :
Mainstreaming : kultivasi terjadi pada pecandu berat Tv, lebih dari 4 jam perhari
Resonansi : pemirsa melihat sesuatu di Tv sama dengan mereka alami.
Spiral of Silence
Elizabeth Noelle-Neumann merupakan soeang professor emeritus. Peneliti komunikasi dari Institute for Publiziztik, Jerman. Beliau memperkenalkan teori spiral keheningan. Teori ini menjawab pertanyaan mengapa orang-orang minoritas sering merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika berada di kelompok mayoritas.
Asumsi dasar teori
Orang mengetahui mana opini yang berkembang dan yang tidak berkembang
Orang menyesuaikan pengungkapan opini mereka terhadap persepsi seperti ini.
Kekuatan Media ( Newmann,1984)
Kehadirannya dimana-mana
Pengulangan pesan yang sama
Consensus tentang nilai-nilai diantara pekerja media
Contoh kasus Spiral of Silence : Misal nya jurnalistik lagi rapat taaruf, terus semua anak udah setuju ngadain taaruf di puncak, tapi ternyata ada satu anak yang mau nya taaruf di pantai, tapi anak itu tidak berani berbicara. Karena dia merasa akan kalah kalau dia bilang sendiri mau taaruf di pantai.
Quasi statistic : Penyama rataan.
Contohnya kembali lagi ke atas, sebagian besar anak jurnalistik beranggapan bahwa semua anak setuju taaruf di puncak. Padahal ada sebagian anak yang tidak setuju
Sabtu, 27 September 2014
Soskomas Edisi 4
KOMAS : SEBUAH LANDASAN
PENGERTIAN KOMAS
•
Komunikasi Massa merupakan bentuk penyempaian pesan dari
komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen secara serempak melalui media
massa, biasanya umpan balik terjadi secara tertunda
•
Komunikasi Massa merupakan bentuk menyiarkan informasi,
gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam dan jumlahnya yang banyak
dengan menggunakan media
KARAKTERISTIK KOMAS
•
Komunikasi bersifat umum
•
Komunikasi bersifat heterogen
•
Media Massa menimbulkan keserempakan
•
Hubungan komunikator-komunikan bersifat non pribadi
•
Melembaga
•
Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi dan
konsumsi isi media
BENTUK-BENTUK KOMAS
•
Bentuk Perintah (the
command mode)
Bersumber dari adanya perbedaan kekuasaan dan
otoritas antara pengirim dan penerima. Tujuannya ialah untuk melakukan kontrol
dan perintah. Pola hubungannya bersifat satu arah, tidak setara dan tidak
berdasarkan sukarela
•
Bentuk Pelayanan (the
service mode)
Ini merupakan bentuk paling umum dan paling sering
berlaku dalam hubungan antara pengirim dan penerima. Kedua belah pihak diikat
oleh kepentingan bersama dalam situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan
permintaan jasa simbolik). Misalnya saja, media memberikan infromasi atau
hiburan sebagai imbalan yang berwujud pembayaran dan perhatian.
•
Bentuk Asosiasi (the
associational mode)
Bentuk ini memiliki ikatan normatif atau
nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan kelompok atau publik
tertentu terhadap suatu sumber media tertentu.
Kedekatan dan perhatian penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya
FUNGSI MEDIA MASSA
•
Kontrol sosial (social control)
•
Pendidikan (education)
•
Agen Perubahan (agent of social change)
•
Hiburan (entertainment)
KEBUTUHAN AKAN MEDIA
•
Untuk mengetahui apa yang
penting dan perlu
•
Untuk membantu mengambil
keputusan (sebagai rujukan)
•
Untuk memperoleh informasi
sebagai bahan pembahasan
•
Memberikan perasaan ikut
serta dalam kejadian tertentu
•
Memberikan penguatan atas
suatu pendapat
•
Mencarikan konfirmasi atas
keputusan yang diambil
•
Memperoleh relaksasi dan
hiburan
MODEL PROSES KOMAS
Model Transmisi
Orientasi Pengirim: Pemindahan Pesan
Orientasi Penerima : Proses Kognitif
Pandangan ini dikaitkan dengan istilah pengiriman atau
pemberian informasi kepada pihak lain. Inti gagasan ialah transmisi isyarat
(signal) atau pesan dalam waktu tertentu dengan tujuan tercapainya kontrol
Model Ekspresi (Ritual)
Orientasi Pengirim: Penampilan (performance)
Orientasi Penerima : Kepuasan/kegiatan bersama
Dikaitkan dengan beberapa istilah, misalnya kebersamaan,
partisipasi, asosiasi, persahabatan atau titik pandang yang sama. Model ini
intinya tidak menekankan pada penyebaran informasi dari sudut pandang ruang,
melainkan pada masalah pembinaan masyarakat dalam kurun waktu tertentu; tidak
menekankan pada upaya penyampaian informasi tetapi pada
Model Perhatian
Orientasi Pengirim: Pameran
(display)
Orientasi Penerima: Pemberian perhatian
Model ini paling sesuai
dengan tujuan utama media, sebagaimana
yang ditentukan oleh media sendiri (menarik hati khalayak) dan paling cocok
dengan pandangan khalayak umum menyangkut pentingnya pemekaian media (membebaskan
diri, melibatkan diri, menghibur dll.)
MODEL KOMAS
•
Model Jarum Hypodermik
(Hypodermic Needle Model) : media
massa memiliki dampak yang kuat, terarah, segera dan langsung, media ampuh memasukan
ide pada benak khalayak
•
One step flow model : saluran
media massa berkomunikasi langsung dengan massa tanpa berlalunya suatu pesan
pada orang lain. Akan tetapi pesan itu tidak mencapai semua komunikan dan tidak
menimbulkan efek yang sama pada komunikan. Media tidak mempunyai kekuatan yang
hebat. Penmapilan, penerimaan dan penahanan dalam ingatan selektif mempengaruhi
suatu pesan
•
Two step flow model : menaruh
perhatian kepada peranan media massa dan komunikasi antarpribadi. Melihat massa
sebagai perorangan yang berinteraksi. Menekankan proses dari opinion leader ke
penduduk yang kurang giat
•
Multi Step Flow Models
Didasarkan pada fungsi penyebaran yang
berurutan terjadi pada kenyataan situasi kom. Tujuannya, menggunakan banyak
saluran untuk memperteguh
KARAKTERISTIK ISI MEDIA
•
Cepat : yakni aktual atau memperhatikan
ketepatan waktu.
•
Nyata :
berupa informasi mengenai sebuah fakta (fact)
•
Penting
: menyangkut kepentingan orang banyak
•
Menarik :
artinya mengundang orang untuk membaca apa yang ditulis
NILAI MEDIA
•
Konsekuen :
Suatu fakta yang dapat membawa akibat bagi khalayak
•
HUMAN INTEREST : Menarik dari sudut kepentingan kemanusiaan
•
PROMINENCE : Melibatkan tokoh terkemuka yang menjadi
figur/elite opinion
•
PROXIMITY : Fakta atau infromasi memiliki kedekatan dengan
tempat tinggal pembaca
•
TIMELINES : Memili unsur kebaruan yang menyebabkan informasi
tersebut aktual
KARAKTERISTIK INDUSTRI MEDIA
•
Customer requirments
: merujuk pada harapan konsumen tentang produk media yang mencakup aspek
kualitas, diversitas dan ketersediaan
•
Competitive environment : yakni lingkungan pesaing yang dihadapi perusahaan
•
Social expectations
: berhubungan dengan tingkat harapan masyarakat terhadap keberadaan industri
media. Semakin tersedia program yang bagus, maka akan semakin beragam format
acaranya dan semakin bagus kualitasnya
INFLUENCE IN THE
HIERARCHICAL MODEL
•
Level Individu
•
Level Rutinitas Media
•
Level Organisasi
•
Level Media luar
•
Level Ideologi
KONSEP MASSA DALAM KOMAS
Tingkat Instruksi
Kelompok : Tinggi
dalam wilayah terbatas
Publik : Sedang, Walaupun
para anggota tersebar
Kerumunan : Tinggi
Massa : Rendah
Tujuan atau Objek
Perhatian
Kelompok : Tujuan
bersama, Identitas kontak
Publik : Pandangan
Atau masalah untuk diskusi dan penentuan pilihan
Kerumunan : Kejadian
yang sedang berlangsung
Massa : Objek
perhatian yang dikelola
Kontrol/ Organisasi
Kelompok : Tinggi/tetapi
informal, internal
Publik : Sedang, Formal dan
informal
Kerumunan : Kejadian
yang sedang berlangsung
Massa : Eksternal
dan
manipulatif
Kadar Kesadaran
Kelompok : Tinggi
Publik : Bervariasi
Sedang sampai
Kerumunan : Rendah
Massa : Rendah
TEORI AGENDA
SETTING
Posisi Media Massa
Media ->
candidat partai politik
Media berisi berita,
debat, editorial, feature, current affair
Posisi media massa
sebagai opini public, bisnis,organisasi teroris,organisasi public, preassure
group, Trade Unions
PERSPEKTIF AGENDA SETTING
Teori Agenda Setting diperkerkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L.
Shaw dalam tulisan mereka yang berjudul “The Agenda Setting Function of Mass
Media” yang telah diterbitkan dalam Public Opinion Quarterly pada tahun
1972. Menurut kedua pakar ini jika media memberikan tekanan pada suatu
peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya
penting (Effendy, 2003:287)
AGENDA
•
Agenda Media : Visibility,Audience
salience,Valence
•
Agenda Khalayak : Familiarity, Personal Salience,
Favorability
•
Agenda Kebijakan
: Support, Likelihood of
action, Freedom of action
AGENDA MEDIA
•
Visibility (visibilitas)
yakni jumlah dan tingkat menonjolnya berita
•
Audience salience (tingkat
menonjolnya bagi khalayak) yakni relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayak
•
Valence (Valensi) yakni
menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu peristiwa
POLICY AGENDA
•
Support (dukungan)
yakni kegiatan menyenangkan bagi posisi suatu berita tertentu
•
Likelihood of action (kemungkinan
kegiatan) kemungkinan melaksanakan apa yang diibaratkan
•
Freedom of action (kebebasan
bertindak) yakni nilai kegiatan yang mungkin dilakukan.
EFEK AGENDA SETTING
EFEK MEDIA
Efek langsung
•
Isu itu ada atau tidak
di khalayak
•
Mana yang penting
•
Dirangking responden
EFEK LANJUTAN
•
Persepsi
•
Tindakan
Sabtu, 13 September 2014
SOSKOMAS 2
Type Keilmuan
- Scientific (Ilmiah-Empiris)
SCIENTIFIC
·
Ilmu bersifat Objektif
(Standarisasi-Reflikasi-Observasi-Konsistensi-Akurasi)
·
Dunia merupakan bentuk yang dpt diobservasi
·
Tujuan Ilmu : mengobervasi alam dan menjelaskan
sesuatu seakurat mungkin
·
Berupaya memperoleh konsensus dan mereduksi
perbedaan
·
Pemisahan antara “known” dengan “knower”
Ilmu sebagai aktivitas “out there”
B.
Humanistic (Humaniora-Interpretif)
HUMANISTIC
·
Ilmu bersifat subjektif (intuisi-kreatifitas-interpretasi-insight)
·
Kreatifivitas Individual
·
Tujuannya: memahami respon subjektif individu
·
Berupaya mencari interpretasi alternatif
·
Ilmu sebagai aktivitas “in here” dan
fokus pada seni, pengalaman pribadi dan nilai
C. Social Science (Ilmu-Ilmu Sosial)
SOCIAL SCIENCE
- Memasukan
elemen-elemen Science dan humaniora
- Tujuannya :
mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia
- Berupaya membangun
konsensus dari apa yang diobservasi, dijelaskan dan diinterpretasi
- Interpretasi bersifat
komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif
ILMU, KONSEP, TEORI
DAN PERSPEKTIF
DAN PERSPEKTIF
SEBUAH LANDASAN MAMAHAMI KERANGKA BERPIKIR
KONSEP
·
Konsep merupakan sekelompok hal atau kegiatan
yang dimasukan ke dalam sebuah kategori
·
Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan
konsep-konsep berguna
·
Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling
yakni mengidentifikasi konsep kita dengan simbol biasanya bahasa
·
Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan
·
Sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan
bagaimana hal-hal tsb terhubung satu sama lain dinamakan taxonomy
TEORI
·
Abstraksi realitas
·
Sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan
dunia empiris secara sistematis
·
Terdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan
penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tsb terhubung satu
dengan lainnya
·
Generalisasi
yang diterima secara empiris
KEPERLUAN TEORI
- Causal necessity (keperluan penyebab) : menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect”
dimana prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab.
- Practical necessity (keperluan praktis):
§ menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving a goal” yakni tindakan sadar yang didesain untuk
mendapatkan masa depan
o
FUNGSI TEORI
- Mengorganisasikan dan
menyimpulkan
- Memfokuskan
- Menjelaskan
- Mengamati
- Membuat prediksi
- Heuristik (to generate
research, growth of knowledge)
- Komunikasi
- Mengendalikan
·
Generatif (to generate new way of living)
PERSPEKTIF
•
Perspektif sering juga disebut paradigma
kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu
cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata.
•
Perspektif adalah definisi situasi atau
seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan
mengambil tindakan
•
Suatu spesifikasi jenis tindakan yang
layak dan masuk akal dilakukan orang
•
Standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian)
JENIS PERSPEKTIF
•
Objective istilah lainnya adalah :
Saintifik,
empiris, behavioristik, struktural,
positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,,
atomistik, rasionalistik dll.
•
Subjective istilah lainnya adalah :
Humanistik,
interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik,
interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer,
dinamis dll.
KARAKTERISTIK
PERSPEKTIF OBJEKTIVE
PERSPEKTIF OBJEKTIVE
•
Realitas dianggap tunggal, seragam, nyata,
eksternal, statis dan diatur oleh hukum universal
•
manusia pasif (sebagai objek)
•
Perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan
(mekanis). Misalnya S-R
•
Perilaku manusia dapat diramalkan (cause-effect)
•
Penelitian bersifat otonom, berjarak dari
subjek penelitian, penelitian berjangka pendek
•
sampel besar, menguji teori, dan bersifat
generalis
•
Metodologi empiris menekankan pada
eksperimental, survey korelasional
•
Analisisnya bersifat deduktif yakni sebuah
cara analisis yang dilakukan saat data sudah terkumpul biasanya menggunakan
statistik
•
Kriteria penelitian : objektivitas,
reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti,
kuantifikasi serta reflikasi penelitian
•
Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika
juga moral
PENDEKATAN OBJEKTIVE


PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
•
Memandang manusia sebagai produk lingkungan di
luar
•
Rangsangan dari luar mempengaruhi manusia
memberi respon
•
Hubungan bersifat kausal
•
Positivisme logis : verifikasi, penemuan lewat
logika
•
Metode penelitiannya banyak menggunakan
eksperimen terkontrol
CONTOH TEORI
PENDEKATAN BEHAVIORISTIC
PENDEKATAN BEHAVIORISTIC







PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
•
Pengamatan ilmiah pada prilaku luar (overt
behavior)
•
Menolak gagasan tentang jiwa, spirit, kemauan,
pikiran, kesadaran, subjektivitas
•
Mengukur pengaruh struktur sosial terhadap
identitas, respon dan perilaku manusia melalui peran (role), sosialisasi, keanggotaan kelompok
mereka (Socially- determined)
•
Metode penelitiannya banyak menggunakan survey
(korelasional)
CONTOH
TEORI STRUKTURAL
TEORI STRUKTURAL






KARAKTERISTIK SUBJEKTIF






CONTOH TEORI
PENDEKATAN SUBJEKTIF
PENDEKATAN SUBJEKTIF
•
Fenomenologi (Alfred Schutz)
•
Etnometodologi (Harold Garfinkel)
•
Teori Dramaturgi (Erving Goffman)
•
Teori Dramatisme (Kenneth Burke)
•
Teori Kritis (Karl Marx, Frankfurt School)
•
Cultural Studies (Michel Foucault)
•
Standpoint Theory (Julia T Wood)
•
Muted Group Theory (Cheris Kramarae)
Langganan:
Postingan (Atom)