Daftar Blog Saya

Senin, 05 Juni 2017

Pengalaman Menakjubkan Belanja di Tip Top Ciputat



http://www.tiptop.co.id/store-location/tip-top-ciputat

Malam itu, (3/6) sekitar pukul 20.00 saya bersama teman saya mampir ke Tip Top hanya sekedar untuk membeli keperluan kamar mandi seperti pasta gigi. sabun dan shampoo. Selesai saya memilih barang belanjaan, saya langsung menuju kasir. Sama seperti biasa, malam itu antrean kasir lumayan panjang. Saya memilih kasa nomor belasan karena lebih dekat ke pintu keluar dan antriannya lebih pendek dari kasa yang lain. sekitar 15 menit saya berdiri untuk mengantri. Lain halnya dengan di minimarket atau swalayan lain, Di Tip Top semua kasir selalu didampingi oleh asisten yang bertugas memasukan belanjaan ke dalam plastik. Kemudian, tiba giliran belanjaan saya dihitung oleh kasir yang tidak saya tahu namanya. Setelah dihitung, belanjaan saya harganya berjumlah Rp.24.000,- kemudian saya membuka dompet dan saya membayar dengan selembaran uang Rp.100.000,- karena tangan saya begitu ribet memegang handphone dan dompet, akhirnya saya menundukkan kepala ke arah tas dan masukan dompet dan handphone saya ke dalam tas. Ketika  saya mengangkat kepala saya, asisten kasir memberikan belanjaan saya dan saya langsung keluar dari kasa. Setelah itu, saya menghampiri teman saya yang tidak ikut mengantri di kasa. Setelah dari Tip Top, kami mampir ke McD dekat rumah. Kami pun memesan makanan untuk disantap. Ketika hendak bayar di kasir McD, saya baru teringat jika saya belum mengambil kembalian di kasir Tip Top. Uang kembalian tersebut lumayan berarti bagi saya yang belum bekerja. Rasanya saya ingin kembali ke Tip Top saat itu juga, namun ketika melihat jam sudah pukul 21.00 dan Tip Top sudah tutup. Akhirnya saya memutuskan untuk besok sore kembali ke TipTop, namun saya pesimis jikalau uang saya kembali karena ini murni kesalahan saya. 

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, keesokan harinya saya kembali ke Tip Top dengan perasaan optimis yang saya paksakan. Saya berfikir, jika uang saya dapat kembali, itu masih rezeki saya dan jika tidak dapat kembali, mungkin saya kurang sedekah. Sesampainya di Tip Top, saya bergegas menuju customer service yang berada satu gedung dengan Tip Top Swalayan. Saat melapor kejadian, sang customer service bertanya, "kemarin di kasa berapa mba? terus kasirnya siapa?" saya menjawab,"kasanya di belasan mba, saya lupa antara 12, 13 atau 14, kasirnya saya ngga lihat namanya, dan bonnya pun tidak saya ambil." kemudian, customer service tersebut membarcode salah satu barang belanjaan saya dan melacak di mana saya membayar barang belanjaan. Tidak lebih dari satu menit, sang customer service pun mengetahui kasa tempat saya membayar dan rincian belanjaan saya. "Oh ini mba, di kasa 13, dengan kasir Asih. Kebetulan kasirnya lagi ada nih, sebentar ya saya tanyakan." Tak lama kemudian, customer service menghampiri saya dan berkata, "Ia mba, uang kembaliannya belum di ambil, ini ada di laci customer service, kembaliannya 76.000 ya mba?" dan kemudian customer service memberikan uang kembalian saya.

Bersyukur hari ini masih ada orang jujur seperti Mba Asih.. Padahal, ini murni kesalahan saya dan jika Mba Asih tidak melapor pada customer service, bisa saja karena tidak ada sanksi yang melihat. Terimakasih Mba Asih, customer service dan Tip Top Swalayan. Mengesankan sekali belanja di Tempat ini. Kejujuran yang ditanam pada setiap kasir menjadikan swalayan ini berkah..

Minggu, 04 Juni 2017

Kenapa Instagram Harus Diprotect?


Siapa di sini yang tidak punya akun instagram? Pasti sudah pada punya semua kan, atau setidaknya tahu apa itu instagram. Ya.. pengguna instagram kita dapat mengunggah dan menyiarkan foto-foto bahkan video terbaik yang dimiliki. Para pengguna instagram pasti sudah tahu mengenai pengaturan private account kan? Jika mengaktifkan pengaturan tersebut, pengguna dapat memilih siapa saja yang boleh mengikuti akunnya. Apabila pengguna tidak menghendaki suatu akun untuk mengikuti akunnya, pengguna tersebut dapat menolak permintaan tersebut dan akun tersebut tidak dapat melihat profil serta konten yang diunggah oleh pengguna.
Menurut para pengguna instagram, apakah perlu mem-private akun instagram? Kalau menurut saya sebagai pengguna instagram juga, saya menjawaba “Ya”. Bukan dengan alasan sok artis atau sok eksklusif, namun hal ini yang membuat saya merasa mem-private akun instagram. Berikut alasan saya;

1.       Tidak ingin sembarang orang menyimpan foto saya
Tidak mau kan jika ada seseorang yang tidak kita kenal menyimpan foto kita? Terlebih foto tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Tidak jarang loh seseorang memata-matai kita melalui sosial media dan tidak terkecuali instagram. Jika seseorang memata-matai kita untuk urusan yang baik seperti meniru style berpakaian kita, itu sah-sah saja, namun jika ada yang memata-matai untuk menculik atau menjadikan foto kita sebagai media pemuas nafsu, ngeri juga kan?? Nah, itu alasan pertama mengapa saya mengunci akun instagram.

Melalui pengaturan private account, tidak semua orang dapat melihat foto-foto yang kita unggah kecuali jika kita sudah mengizinkan seseorang mengikuti kita. Usahakan kita hanya mengizinkan orang yang kita kenal baik. Jika ingin mengizinkan orang tersebut mengikuti akun kita, sebaiknya kita lihat dahulu profilnya.

2.       Dalam akun instagram terdapat foto anggota keluarga
Tidak jarang foto yang diunggah ke instagram merupakan foto liburan atau acara keluarga atau kita mengunggah foto salah satu anggota keluarga kita saat dia ulangtahun. Apabila tidak mem-private akun, sembarang followers juga dapat melihat foto tersebut dan mengetahui siapa saja anggota keluarga. Mungkin teman-teman belum paham yaa mengenai hal ini, namun apabila seseorang dengan niat tidak baik ingin mengetahui siapa anggota keluaga pemilik akun tersebut, seseorang tersebut dapat lebih mudah melakukan kejahatan berupa penipuan. Dengan mengetahui anggota keluarga, seseorang dapat lebih mudah mendapatkan data tentang keluarga tersebut. Terlebih jika kita menandai nama di foto tersebut.    

3.      Tidak ingin sembarang orang mengetahui lokasi kita.
Setiap orang pastinya memiliki privasi mengenai keberadaannya. Begitu juga dengan saya sebagai pengguna instagram. Saya tidak ingin sembarang orang mengetahui keberadaan saya, namun di samping itu, sayapun ingin mengunggah foto  di instagram. Walaupun di instagram dapat menonaktifkan lokasi, namun tidak jarang orang mengetahui keberadaan kita melalui foto yang kita unggah. Nah, untuk meminimalisirnya kita dapat mem-private akun  sehingga hanya followers yang dapat melihat foto-foto dan lokasi kita berada.

4.      Menjaga privasi teman yang kita tag
Salah satu keseruan memakai instagram yaitu kita dapat menandai teman dalam suatu foto. Tidak jarang pengguna instagram melakukan itu. Apabila tidak mem-private akun, sembarang orang dapat melihat foto tersebut dan tahu siapa saja yang berada dalam foto tersebut. Nah apabila yang melihat foto tersebut tertarik dengan teman yang ditag dan orang tersebut memiliki sifat pengganggu, orang tersebut dapat mengganggu teman yang ditag. Banyak bentuk gangguan dalam konteks ini, misalnya mengirim direct message bahkan lebih parahnya, ia dapat menyimpan semua foto yang ada di akun teman kita.



Tulisan ini bukan bermaksud untuk ber negative thinking terhadap seseorang, namun kita harus waspada terhadap orang yang baru atau bahkan tidak kita kenal. Banyak akun instagram yang merupakan fake account yang hanya digunakan untuk memata-matai akun asli. Jangan sampai kalian menjadi korban dari kejahatan cyber.